Powered By Blogger

Kamis, 23 Juni 2011

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

Pendaftaran peserta didik baru tahun ajaran 2011/2012 SMK PGRI 5 Ngawi
oleh Mujo Nugraha pada 11 Mei 2011 jam 16:58
Bagi anda yang lulusan SMP/MTs segera daftarkan diri ke SMK PGRI 5 Ngawi dengan persyaratan sebagai berikut :
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Menyerahkan foto copy STTB : 2 lembar
3. Menyerahkan foto hitam putih ukuran 3 x 4 : 2 lembar
4. Uang pendaftaran Rp/ 10.000,-
5. Semua persyaratan dimasukkan stop map
Pendafataran dimulai 20 Mei 2011 s/d 20 Juli 2011 pukul 07.30-12.00 WIB
Tempat : SMK PGRI 5 NGAWI, Jalan Raden Patah No. 9 Ngawi Telp. (0351) 747317 (selatan terminal Angkota)
- Pendaftar pertama s/d 15 Gratis uang pendaftaran
- Pendaftar pertama s/d 30 (langsung diterima tanpa seleksi)
- Gratis Uang Gedung
- Bagi yang berprestasi mendapatkan bea siswa dan JPS bagi yang tidak mampu.
Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung di SMK PGRI 5 Ngawi.

AYO SEGERA BERGABUNG BERSAMA SMK!!!
SMK adalah jalur cepat bagi yang ingin sukses dalam bekerja .

Senin, 14 Maret 2011



Arti Falsafah Kehidupan SH Terate
“Sepiro gedhene samsoro ning tinompo among dadi cobo”


Falsafah ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate ini mengandung arti yang luar biasa klo kita implementasikan dengan kehidupan manusia di dunia. Karena mengandung sebuah pembelajaran yang luar biasa. Dalam menghadapi cobaan hidup sering kali manusia tidak sabar dalam menerima cobaan dari Sang Pencipta, ujung-ujungnya banyak sekali manusia menggunakan jalan pintas untuk sekedar melepaskan beban hidup yang berupa cobaan ini. Sehingga SH Terate sejak awal mewanti-wanti kepada setiap warganya untuk senantiasa menerima cobaan seberapapun beratnya karena musibah atau cobaan yg diberikan Sang Pencipta klo kita legowo penuh kesabaran senantiasa kita akan menuai hasil yang luar biasa juga.
Dalam menghadapi cobaan/ musibah senantiasa menusia selalu berpegang teguh pada ajaran agama yang meraka anut. Untuk tetap sabar dalam menerima ujian/ musibah ada beberapa cara untuk menerima dengan kesabaran.

1. Selalu berprasangka baik kepada Sang Kholiq
Musibah dan cobaan memang tidak pernah diharapkan kedatangannya oleh sitiap orang namun bila musibah dan cobaan dating kita harus benar-benar siap menerimanya. Hal pertama yg harus kita lakukan jika musibah menghampiri kita yaitu berprasangka baik/ khusnudhon kepada Sang Pencipta karena sejelek-jeleknya prilaku adalah berprasangka buruk kepada Alloh SWT. Maka hal itu harus kita buang sejauh-jauhnya

2. Tidak berkeluh kesah
Berkeluh kesah dalam mengahadapi musibah perlu tapi dengan syarat hanya sebatas menceritakan masalah kita kepada orang lain karena itu bias mengurangi permasalahan yg kita hadapi tapi sering kali kita menanbah-nambah cerita yg sebenarnya tidak sama dengan yg kita hadapi.

3. Sabar dalam berikhtiar
Banyak sekali manusia tidak sabar dalam menghadapi cobaan ujung-ujungnya meraka melakukan jalan pintas yang tidak diridloi Alloh SWT. Dalam melepas dari cobaan harus berupaya semaksimal mungkin sambil berdoa dan berpasrah ke pada Sang Pencipta sehingga
apa yang kita lakukan untuk lepas dari musibah akan tetap dihitung sebuah pahala.

4. Sabar untuk meraih kesuksesan
Para suksesor yang kita jumpai sekarang dulunya sebelum mereka sukses tentu dari awalnya sudah mengalami musibah/ cobaan yang besar. Sebagai contoh : Bill Gates adalah seorang mahasiswa yg dicap sebagai mahasiswa yg bodoh dan akhirnya dikeluarkan dari kampus.

Maka kita jangan terburu untuk menjadi seorang yang sukses tanpa diuji dulu karena naiknya derajat dan kehidupan manusia dari awalnya harus susah dulu tidak serta merta langsung sukses.


Arti Falsafah Kehidupan SH Terate
“Sepiro gedhene samsoro ning tinompo among dadi cobo”


Falsafah ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate ini mengandung arti yang luar biasa klo kita implementasikan dengan kehidupan manusia di dunia. Karena mengandung sebuah pembelajaran yang luar biasa. Dalam menghadapi cobaan hidup sering kali manusia tidak sabar dalam menerima cobaan dari Sang Pencipta, ujung-ujungnya banyak sekali manusia menggunakan jalan pintas untuk sekedar melepaskan beban hidup yang berupa cobaan ini. Sehingga SH Terate sejak awal mewanti-wanti kepada setiap warganya untuk senantiasa menerima cobaan seberapapun beratnya karena musibah atau cobaan yg diberikan Sang Pencipta klo kita legowo penuh kesabaran senantiasa kita akan menuai hasil yang luar biasa juga.
Dalam menghadapi cobaan/ musibah senantiasa menusia selalu berpegang teguh pada ajaran agama yang meraka anut. Untuk tetap sabar dalam menerima ujian/ musibah ada beberapa cara untuk menerima dengan kesabaran.

1. Selalu berprasangka baik kepada Sang Kholiq
Musibah dan cobaan memang tidak pernah diharapkan kedatangannya oleh sitiap orang namun bila musibah dan cobaan dating kita harus benar-benar siap menerimanya. Hal pertama yg harus kita lakukan jika musibah menghampiri kita yaitu berprasangka baik/ khusnudhon kepada Sang Pencipta karena sejelek-jeleknya prilaku adalah berprasangka buruk kepada Alloh SWT. Maka hal itu harus kita buang sejauh-jauhnya

2. Tidak berkeluh kesah
Berkeluh kesah dalam mengahadapi musibah perlu tapi dengan syarat hanya sebatas menceritakan masalah kita kepada orang lain karena itu bias mengurangi permasalahan yg kita hadapi tapi sering kali kita menanbah-nambah cerita yg sebenarnya tidak sama dengan yg kita hadapi.

3. Sabar dalam berikhtiar
Banyak sekali manusia tidak sabar dalam menghadapi cobaan ujung-ujungnya meraka melakukan jalan pintas yang tidak diridloi Alloh SWT. Dalam melepas dari cobaan harus berupaya semaksimal mungkin sambil berdoa dan berpasrah ke pada Sang Pencipta sehingga
apa yang kita lakukan untuk lepas dari musibah akan tetap dihitung sebuah pahala.

4. Sabar untuk meraih kesuksesan
Para suksesor yang kita jumpai sekarang dulunya sebelum mereka sukses tentu dari awalnya sudah mengalami musibah/ cobaan yang besar. Sebagai contoh : Bill Gates adalah seorang mahasiswa yg dicap sebagai mahasiswa yg bodoh dan akhirnya dikeluarkan dari kampus.

Maka kita jangan terburu untuk menjadi seorang yang sukses tanpa diuji dulu karena naiknya derajat dan kehidupan manusia dari awalnya harus susah dulu tidak serta merta langsung sukses.

Sambung SH TERATE

Minggu, 13 Maret 2011

Butiran Sejarah PSHT

Butiran Sejarah R.M. Soetomo Mangkoedjojo
Pada suatu saat ,jika mata enggan istirahat.Badan tidak terasa penat , alangkah mulianya jika menambah ilmu dengan membaca, direnungkan, dicamkan dan diambil hikmah secara mendalam. Berikut merupakan cuplikan sejarah dari website PSHT .


Butiran Sejarah PSHT

Tulisan karya Roko Mas BAMBANG TUNGGUL WULUNG JUDHYASMARA
Petikan sejarah dari Halaman Info Face book “ Paseduluran Terate Madiun se- Indonesia “

Beliau adalah murid dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo ( Pendiri PSHT ).
R.M. Soetomo Mangkoedjojo adalah seorang Pendekar Tingkat III ,
R.M. Soetomo Mangkoedjojo disyahkan menjadi pendekar tingkat I pada tahun 1928. Berikut murid – murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang disyahkan pada tahun 1928 adalah sebagai berikut :
1 Bapak Soetomo Mangkoedjojo ( Madiun )
2 Bapak Hardjosajano alias Hardjo Girin ( Kepatihan Madiun )
3 Bapak Moch Irsad ( Madiun )
4 Dewan pengesah : Ki Hadjar Hardjo Oetomo
5 Pelaksanaan Pengesahan : Di kediaman Ki Hadjar Hardjo Oetomo, Desa Pilangbango Madiun.

Kemudian pada tahun 1936 R.M. Soetomo Mangkoedjojo mendirikan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo, dan pengesahan pertama dilakukan pada tahun 1938 yang mengesahkan sebanyak 4 orang.

Pada tahun 1948 beberapa murid Ki Hadjar Harjo Oetomo antara lain Soetomo Mangkoedjojo, Darsono, Suprodjo, Hardjo Giring, Gunawan, Hadisubroto, Hardjo Wagiran, Letnan CPM Sunardi, Sumadji al. Atmadji, Badini, Irsad dan kawan – kawan mempunyai prakasa untuk mengadakan konfrensi di tempat kediaman Ki Hadjar Harjo Oetomo . Tujuan diadakan konfrensi tersebut adalah untuk merubah / mengganti sifat Perguruan menjadi Organisasi Setia Hati Terate yang mempunyai Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Setelah Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate dikukuhkan menjadi suatu organisasi maka di pilihlah R.M. Soetomo Mangkoedjojo sebagai ketua dan Bapak Darsono sebagai wakil ketua.

Kemudian pada tahun 1953 karena pekerjan beliau dipindah tugaskan ke Surabaya selanjutnya Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate diserah terimakan kepada bapak Irsad.

Pada tahun 1958 R.M. Soetomo Mangkoedjojo mengesahkan Sdr. R.M Imam Kussupangat, Sdr. Kuswanto. BA dan Sdr. Harsanto. SH menjadi warga tingkat I, pengesahan dilakukan di Oro – Oro Ombo Madiun di rumah Bapak Santoso.

Pada tahun 1963 R.M. Soetomo Mangkoedjojo melatih langsung Sdr. R.M Imam Kussupangat tingkat II. Dan pada tahun 1964 Sdr. R.M Imam Kussupangat disyahkan menjadi warga tingkat II, pengesahan dilaksanakan di Jl. Diponegoro 45 Madiun oleh R.M. Soetomo Mangkoedjojo sebagai Dewan Pengesah.

Pada tahun 1966 Sdr. R.M Imam Kussupangat mulai menjalani latihan tingkat III karena dianggap berhak untuk menerima ilmu Setia Hati tingkat III oleh R.M. Soetomo Mangkoedjojo. Dimana ilmu tersebut berdasarkan “Wahyu” dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Semenjak itu Sdr. R.M Imam Kussupangat dimulai latihan tingkat III dilatih dan disyahkan oleh R.M. Soetomo Mangkoedjojo ( sebagai Ketua Dewan Pusat dan Dewan Pengesah ). Maka dari itu Sdr. R.M Imam Kussupangat tidak lepas sedikitpun peranan dan bimbingan dari R.M. Soetomo Mangkoedjojo sebagai pelatih atau disebut sebagai guru dalam pendidikan tingkat II maupun tingkat III

Tahun 1974 diselenggarakan Musyawarah Besar ( MUBES ) I Persaudaraan Setia Hati Terate dengan kesepakatan mengangkat R.M. Soetomo Mangkoedjojo sebagai Ketua Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate dan R.M. Imam Kussupangat sebagai Ketua Umum Pusat.
Pada tanggal 14 Desember 1975 R.M. Soetomo Mangkoedjojo wafat dan dimakamkan di Makam Cangkring Madiun.

Berikut adalah kedudukan yang pernah dipegang oleh R.M. Soetomo Mangkoedjojo dalam organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Tahun 1948 adalah Ketua Umum Pusat yang pertama Persaudaraan Setia Hati Terate
( dari " perguruan “ menjadi “ organisasi “ )
Tahun 1956 Ketua Umum Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate,
Tahun 1964 Ketua Umum Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate
Tahun 1974 Ketua Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate
Demikian sedikit perjalanan hidup tentang R.M. Soetomo Mangkoedjojo, mudah – mudahan dengan sedikit catatan ini bisa membantu untuk tambahnya pengertian dan pengetahuan kita semua agar wawasan sejarah berdirinya Persaudaraan Setia Hati Terate sampai dengan perkembangannya dapat kita ikuti dan ketahui bersama secara tepat dan benar.


Nb : Di kutip dari buku
“ Sejarah Singkat dan Perkembangannya PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE “
disusun oleh
BAMBANG TUNGGUL WULUNG JUDHYASMARA
NIW. 630100002
PUTRA KANDUNG R.M. SOETOMO MANGKOEDJOJO
PEMBIMBING & PEMBINA PADEPOKAN “WESI AJI” ( WEDAR SILAT AMONG JIWO )
PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE SEMARANG

SAMBUNG SH TERATE


Poro kadang sedulur PSHT di seluruh jagad raya, saya mhn m'f sbnyk mnkin krn gmbr ini saya ambil dr facebook tnp saya konfirmasikan. Utk itu 1X lg mhn m'f se bsr2nya. Trims...

PENDIDIKAN AGAMA

Proses Masuk dan Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam di indonesia
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia menurut Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya yang berjudul Menemukan Sejarah, terdapat 3 teori yaitu teori Gujarat, teori Makkah dan teori Persia. Ketiga teori tersebut di atas memberikan jawaban tentang permasalah waktu masuknya Islam ke Indonesia, asal negara dan tentang pelaku penyebar atau pembawa agama Islam ke Nusantara.
Untuk mengetahui lebih jauh dari teori-teori tersebut, silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.
1. Teori Gujarat
Teori berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 dan pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. Dasar dari teori ini adalah:
a. Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia.
b. Hubungan dagang Indonesia dengan India telah lama melalui jalur Indonesia – Cambay – Timur Tengah – Eropa.
c. Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai yaitu Malik Al Saleh tahun 1297 yang bercorak khas Gujarat. Pendukung teori Gujarat adalah Snouck Hurgronye, WF Stutterheim dan Bernard H.M. Vlekke. Para ahli yang mendukung teori Gujarat, lebih memusatkan perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaan politik Islam yaitu adanya kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga bersumber dari keterangan Marcopolo dari Venesia (Italia) yang pernah singgah di Perlak ( Perureula) tahun 1292. Ia menceritakan bahwa di Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk Islam dan banyak pedagang Islam dari India yang menyebarkan ajaran Islam.
Demikianlah penjelasan tentang teori Gujarat. Silahkan Anda simak teori berikutnya.
2. Teori Makkah
Teori ini merupakan teori baru yang muncul sebagai sanggahan terhadap teori lama yaitu teori Gujarat. Teori Makkah berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir).
Dasar teori ini adalah:
a. Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab); dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan berita Cina.
b. Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi’i, dimana pengaruh mazhab Syafi’i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekkah. SedangkanGujarat/India adalah penganut mazhab Hanafi.
c. Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al malik, yaitu gelar tersebut berasal dari Mesir. Pendukung teori Makkah ini adalah Hamka, Van Leur dan T.W. Arnold. Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad 13 sudah berdiri kekuasaan politik Islam, jadi masuknya ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke 7 dan yang berperan besar terhadap proses penyebarannya adalah bangsa Arab sendiri. Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami? Kalau sudah paham simak
3. Teori Persia
Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan pembawanya berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia seperti:
a. Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh orang Syiah/Islam Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan bubur Syuro.
b. Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al – Hallaj.
c. Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda- tanda bunyi Harakat.
d. Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik.
e. Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik. Leren adalah nama salah satu Pendukung teori ini yaitu Umar Amir Husen dan P.A. Hussein Jayadiningrat.
Ketiga teori tersebut, pada dasarnya masing-masing memiliki kebenaran dan kelemahannya. Maka itu berdasarkan teori tersebut dapatlah disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai pada abad ke – 7 dan mengalami perkembangannya pada abad 13. Sebagai pemegang peranan dalam penyebaran Islam adalah bangsa Arab, bangsa Persia dan Gujarat (India). Demikianlah uraian materi tentang proses masuknya Islam ke Indonesia.
Proses masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia pada dasarnya dilakukan dengan jalan damai melalui beberapa jalur/saluran yaitu melalui perdagangan seperti yang dilakukan oleh pedagang Arab, Persia dan Gujarat. Pedagang tersebut berinteraksi/bergaul dengan masyarakat Indonesia. Pada kesempatan tersebut dipergunakan untuk menyebarkan ajaran Islam. Selanjutnya diantara pedagang tersebut ada yang terus menetap, atau mendirikan perkampungan, seperti pedagang Gujarat mendirikan perkampungan Pekojan. Dengan adanya perkampungan pedagang, maka interaksi semakin sering bahkan
ada yang sampai menikah dengan wanita Indonesia, sehingga proses penyebaran Islam semakin cepat berkembang.
Perkembangan Islam yang cepat menyebabkan muncul tokoh ulama atau mubaliqh yang menyebarkan Islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren.
Pondok pesantren adalah tempat para pemuda dari berbagai daerah dan kalangan masyarakat menimba ilmu agama Islam. Setelah tammat dari pondok tersebut, maka para pemuda menjadi juru dakwah untuk menyebarkan Islam di daerahnya masing- masing. Di samping penyebaran Islam melalui saluran yang telah dijelaskan di atas, Islam
juga disebarkan melalui kesenian, misalnya melalui pertunjukkan seni gamelan ataupun wayang kulit. Dengan demikian Islam semakin cepat berkembang dan mudah diterima oleh rakyat Indonesia.
Proses penyebaran Islam di Indonesia atau proses Islamisasi tidak terlepas dari peranan para pedagang, mubaliqh/ulama, raja, bangsawan atau para adipati. Di pulau Jawa, peranan mubaliqh dan ulama tergabung dalam kelompok para wali yang dikenal dengan sebutan Walisongo atau wali sembilan yang terdiri dari:
1. Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan nama Syeikh Maghribi menyebarkan Islam di Jawa Timur.
2. Sunan Ampel dengan nama asli Raden Rahmat menyebarkan Islam di daerah Ampel Surabaya.
3. Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel memiliki nama asli Maulana Makdum Ibrahim, menyebarkan Islam di Bonang (Tuban).
4. Sunan Drajat juga putra dari Sunan Ampel nama aslinya adalah Syarifuddin, menyebarkan Islam di daerah Gresik/Sedayu.
5. Sunan Giri nama aslinya Raden Paku menyebarkan Islam di daerah Bukit Giri (Gresik)
6. Sunan Kudus nama aslinya Syeikh Ja’far Shodik menyebarkan ajaran Islam di daerah Kudus.
7. Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Mas Syahid atau R. Setya menyebarkan ajaran Islam di daerah Demak.
8. Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Umar Syaid menyebarkan islamnya di daerah Gunung Muria.
9. Sunan Gunung Jati nama aslinya Syarif Hidayatullah, menyebarkan Islam di Jawa Barat (Cirebon)
Demikian sembilan wali yang sangat terkenal di pulau Jawa, Masyarakat Jawa sebagian memandang para wali memiliki kesempurnaan hidup dan selalu dekat dengan Allah, sehingga dikenal dengan sebutan Waliullah yang artinya orang yang dikasihi Allah